Bupati Ciamis Herdiat Sunarya 10 Perjanjian Damai Galuh Tahun 739 M, Sebuah Kesepakatan Leluhur Yang Mengajarkan Harmoni

Peringatan Milangkala Gong Perdamaian Dunia ULPke-16 berlangsung di Situs Ciung Wanara, Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis.

Mengusung tema “Kebersamaan Menabuh Harmoni, Perdamaian Menyatukan Hati”, acara ini menjadi momentum refleksi penting

Pemerintah daerah menegaskan kembali makna persaudaraan dan nilai luhur Galuh yang diwariskan sejak abad ke-8.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, penggagas Gong Perdamaian Abah Anton Mantan Kapolda Jabar 

Kehadiran lintas unsur pemerintahan dan mas buatyarakat menegaskan bahwa semangat damai dapat menyatukan berbagai perbedaan
Gong Perdamaian ini bukan untuk disembah, melainkan simbol persatuan dan we pengingat sejarah agar tragedi kemanusiaan tidak terulang kembali,” ujar Benny. Selasa, (09/09/2025).

10 Perjanjian Damai Galuh Tahun 739 Masehi
Bupati Ciamis menekankan bahwa Gong Perdamaian buxkan sekadar monumen, tetapi berkaitan erat dengan sejarah Galuh.

Ia mengingatkan kembali 10 Perjanjian Damai Galuh tahun 739 M, sebuah kesepakatan leluhur yang mengajarkan harmoni.

Isi perjanjian itu antara lain Mawasana Panyatrawanan (menyudahi permusuhan), Atuntunan Tangan (bekerjasama), Paras Paropakara (saling membantu), Mitra Samaya (menepati janji), Paribhaksa (tidak balas dendam), hingga Maryada Sakengsi Tutu (menghormati martabat).
“Kita, orang Galuh, wajib menjaga dan merawat Tatar Galuh. Budaya kita bukanlah kekerasan, tetapi kasih sayang, saling menyayangi, dan musyawarah,” kata Bupati Herdiat Sunarya dalam sambutannya.

Prosesi Sakral dan Tradisi Budaya
Rangkaian acara dimulai dengan tarian tradisional Ciung Wanara.

Gerak luwes penari diiringi gamelan menegaskan kembali pesan kebijaksanaan dan keadilan dari leluhur.

Setelah itu, tokoh perdamaian Anton Charliyan menjelaskan perjalanan Gong Perdamaian Dunia yang kini terhubung dengan ratusan negara.

Kalau sepuluh perdamaian Galuh ini benar-benar dijalankan, bukan hanya Ciamis, tetapi dunia pun akan terasa damai,” kata Abah Anton yang disambut tepuk tangan hadirin.

Prosesi puncak ditandai dengan ngawasuh gong mencuci gong dengan air dari sembilan kabuyutan lalu pemukulan gong secara bersama

 Warisan Galuh dan 10 Perjanjian Damai Abad ke-8
Gong Perdamaian Dunia 

Warisan Galuh dan 10 Perjanjian Damai Abad ke-8
Peringatan ke-16 di Situs Karangkamulyan Pertegas Kejayaan Sunda Galuh Berdasarkan Welas Asih

10 Perjanjian Damai, Warisan Sejak Abad ke 8 Ciri Pasti Galuh
10 Perjanjian Damai, Warisan Sejak Abad ke 8 Ciri Pasti Galuh
“Kalau sepuluh perdamaian Galuh ini benar-benar dijalankan, bukan hanya Ciamis, tetapi dunia pun akan terasa damai,” kata Anton yang disambut tepuk tangan hadirin.

Prosesi puncak ditandai dengan ngawasuh gong mencuci gong dengan air dari sembilan kabuyutan lalu pemukulan gong secara bersama.

Bunyi gong menggema di Situs Karangkamulyan, menegaskan doa agar perdamaian selalu terjaga.

Simbol Global dari Tanah Galuh
Gong Perdamaian Dunia berdiri di Ciamis sejak 9 September 2009.

Berdiameter 3,3 meter, gong itu memiliki ornamen hiasan bendera 228 negara dan simbol kerukunan antaragama.

Uniknya, ritual menabuh gong hanya sekali dalam setahun, setiap peringatan Milangkala.

Menurut catatan Dinas Pariwisata, Ciamis menjadi satu dari lima daerah di Indonesia yang memiliki gong perdamaian, selain Bali, Ambon, Blitar, dan Palu.

Namun, gong di Ciamis menjadi yang terbesar.
“Alasan menempatkan gong di Karangkamulyan karena tempat ini cikal bakal perdamaian masa Kerajaan Galuh,” kata Dian Kusdiana, sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis.

Edukasi Generasi Muda
Unsur penting lain dari peringatan tahun ini adalah keterlibatan ratusan pelajar.

Pemerintah ingin agar generasi muda mengenal dan menginternalisasi nilai damai sejak dini.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi ajakan untuk menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya hidup rukun dan damai,” tegas Herdiat

 Warisan Galuh dan 10 Perjanjian Damai Abad ke-8
Peringatan ke-16 di Situs Karangkamulyan Pertegas Kejayaan Sunda Galuh Berdasarkan Welas Asih

10 Perjanjian Damai, Warisan Sejak Abad ke 8 Ciri Pasti Galuh
10 Perjanjian Damai, Warisan Sejak Abad ke 8 Ciri Pasti Galuh

“Kalau sepuluh perdamaian Galuh ini benar-benar dijalankan, bukan hanya Ciamis, tetapi dunia pun akan terasa damai,” kata Anton yang disambut tepuk tangan hadirin
Edukasi Generasi Muda
Unsur penting lain dari peringatan tahun ini adalah keterlibatan ratusan pelajar.

Pemerintah ingin agar generasi muda mengenal dan menginternalisasi nilai damai sejak dini.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi ajakan untuk menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya hidup rukun dan damai,” tegas Herdiat.

Polres Ciamis menurunkan 73 personel untuk mengamankan acara.

Kapolres AKBP Hidayatullah memastikan seluruh prosesi berjalan tertib.

Dukungan aparat keamanan menegaskan bahwa nilai damai tidak cukup sebatas obrolan.

Namun, harus selalu terjaga dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Refleksi Perdamaian dari Galuh untuk Dunia
Peringatan Milangkala Gong Perdamaian Dunia ke-16 menegaskan kembali pesan sederhana namun mendalam: Ciamis bukan hanya pusat budaya, tetapi juga pusat pesan damai bagi dunia.

Gong ini menjadi pengingat bahwa sejarah Galuh berakar pada kasih sayang, bukan konflik.

“Budaya Galuh adalah saling mengasihi dan tolong-menolong,” tegas Herdiat.

Ia berencana menyiapkan prasasti bertuliskan “Galuh Cinta Damai” sebagai pengikat komitmen itu.

Dengan semangat warisan leluhur, Ciamis menabuh gong bukan hanya untuk seremoni, melainkan untuk mengirimkan pesan ke seluruh dunia: perdamaian adalah warisan lintas generasi.

(Yana Kurniawan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salsabila Putri Azela: Bintang Muda dari Ciamis yang Bersinar di Video Klip Elsepta Elkasih

Dian Budiyana Terpilih Aklamasi Pimpin HAPMI Ciamis 2026-2030, Siap Jaring Talenta Emas Galuh

Melalui MOKA ALIT Tyara Kusuma Ciamis Cetak Anak Usia Dini Berpotensi Untuk Ikuti Pasanggiri Tingkat Jawa Barat