Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

HAREWOS ABAH TOA : Renungan dalam Keheningan: Menemukan Kembali Jati Diri Desa Sangkan

Gambar
Antara Deru Zaman dan Sunyi yang Hilang Malam ini, ketika riuh rendah aktivitas pasar telah reda dan lampu-lampu rumah mulai meredup, saya duduk di teras kantor desa. Dalam keheningan ini, saya termenung melihat Desa Sangkan yang terus berubah. Kita sering kali terjebak dalam  perlombaan mengejar kemajuan fisik beton-beton yang meninggi, jalan-jalan yang diaspal, hingga gawai yang tak pernah lepas dari genggaman. Namun, di tengah gemuruh itu, apakah kita masih sempat mendengar suara hati nurani desa kita sendiri? Esensi dari Keheningan Keheningan bukanlah tanda kekosongan atau kemunduran. Bagi saya, keheningan adalah cermin. Di dalam sunyi, kita tidak bisa berbohong.  Sebagai Kuwu, saya merenung: Sudahkah pembangunan ini memanusiakan warga? * Apakah kesejahteraan yang kita kejar telah menggerus rasa gotong royong kita? * Ataukah kita hanya membangun "rumah" tanpa pernah merawat "keluarga"? Desa Sangkan bukan sekadar titik koordinat di peta at...

HAREWOS ABAH TOA : Sang Kuwu Sangkan: Sebuah Renungan dalam Keheningan Sepertiga Malam

Gambar
Ketika jam dunia seolah berhenti  berdetak dan hiruk-piruk kekuasaan di Cirebon sedang terlelap, ada sebuah ruang yang tetap terjaga. Di sanalah, dalam balutan hening sepertiga malam, Sang Kuwu menemukan jati diri kepemimpinannya yang paling murni. Dialog Tanpa Kata Bagi banyak pemimpin, malam adalah waktu untuk beristirahat dari siasat politik. Namun bagi Sang Kuwu Sangkan, malam adalah medan perjuangan yang sesungguhnya. Di atas hamparan sajadah, ia melepaskan jubah kebesarannya sebagai penguasa dan kembali menjadi hamba yang kerdil di hadapan Sang Khalik. Keheningan ini bukanlah kekosongan. Ia adalah dialog tanpa kata antara seorang pemimpin dengan "Pemberi Mandat" yang paling tinggi. Di titik ini, kita belajar bahwa kepemimpinan yang kokoh tidak dibangun di atas mimbar-mimbar pidato yang megah, melainkan di atas sujud-sujud panjang yang basah oleh air mata tanggung jawab. Antara Takhta dan Tauhid Seringkali, kekuasaan membuat orang merasa menjadi p...

HAREWOS ABAH TOA : Sangkan Paraning Dumadi: Kala Sang Kuwu Menjemput Hening

Gambar
Dalam riuh rendahnya hiruk-pikuk bale desa, suara ketukan palu, dan tumpukan berkas administrasi, seorang pemimpin seringkali kehilangan satu hal yang paling krusial: dirinya sendiri. Bagi seorang Kuwu Sangkan, yang memikul amanah bukan sekadar sebagai jabatan, melainkan sebagai pengayom, ada kalanya roda kehidupan membawanya pada titik nadir. Titik di mana raga terasa lelah, dan jiwa merindukan jeda. Kesunyian: Cermin yang Paling Jujur Di kala malam mencapai puncaknya dan kesunyian mulai memeluk semesta, di situlah momen muhasabah dimulai. Bagi Sang Kuwu, kesunyian bukanlah sebuah kekosongan, melainkan cermin yang paling jujur. Tanpa ajudan, tanpa pujian warga, dan tanpa topeng wibawa, ia hanyalah seorang manusia biasa yang rapuh di hadapan Sang Maha Pencipta. Merenung dalam kesunyian adalah cara terbaik untuk bertanya pada nurani: Apakah kebijakan yang diambil sudah benar-benar memihak mereka yang lapar? Ataukah hanya sekadar pemuas ambisi dan tunt...

Lantunkan 'Ramadhan Mubarok', Ang Icep Hipnotis Penonton di Silatusantren Darussalam Ciamis

Gambar
Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Pondok Pesantren Darussalam Ciamis pada Sabtu malam (28/02/2026). Dalam perhelatan Silatusantren, salah satu tokoh muda karismatik, Ang Icep, tampil memukau dengan membawakan lagu religi terbaru ciptaannya sendiri yang berjudul "Ramadhan Mubarok". Acara yang mempertemukan keluarga besar pesantren, alumni, dan tokoh masyarakat ini menjadi momen spesial karena kehadiran karya orisinal yang menyambut bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari. Pesan Mendalam di Balik Nada Dengan iringan instrumen yang syahdu, Ang Icep membawakan lagu tersebut dengan penuh penghayatan. Lirik "Ramadhan Mubarok" sendiri menceritakan tentang kerinduan seorang hamba terhadap bulan penuh ampunan serta harapan untuk meraih keberkahan di tengah hiruk-pikuk dunia. "Lagu ini bukan sekadar hiburan, tapi pengingat diri untuk mempersiapkan hati menyambut bulan mulia. Semoga bisa menjadi wasilah ...

Silatusantren di Ponpes Darussalam Ciamis: Memanen Nikmat Ramadhan Lewat Dialog Budaya

Gambar
Suasana khidmat nan hangat menyelimuti Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Pondok Pesantren Darussalam Ciamis. Dalam balutan semangat bulan suci, acara bertajuk "Silatusantren: Nikmatnya Ramadhan" sukses digelar dengan menghadirkan perpaduan unik antara nilai religi, budaya, dan dialog interaktif yang mendalam. Acara yang berlangsung hingga malam hari ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi biasa, tetapi juga ruang temu bagi berbagai elemen masyarakat Ciamis untuk mempererat ukhuwah di tengah keberagaman tradisi. Kehadiran Tokoh Nyentrik dan Dialog Inspiratif Daya tarik utama acara ini adalah hadirnya dua sosok budayawan sekaligus aktivis kawakan, Budi Dalton dan Mas Sastro. Bersama Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, keduanya terlibat dalam dialog interaktif yang cair namun sarat makna. Diskusi mengalir membahas bagaimana nilai-nilai pesantren dapat bersinergi dengan pelestarian budaya lokal, terutama dalam memaknai esensi puasa di era ...

Semarak Ramadan di Ponpes Darussalam Ciamis: Dari Ngaji Bareng Ang Icep hingga Kehadiran Budi Dalton

Gambar
Suasana Ramadan di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis tahun ini terasa berbeda dan penuh warna. Program rutin "Nikmatnya Ramadhan" kembali digelar dengan balutan nilai-nilai tradisional yang kental, ditambah kehadiran sosok budayawan nyentrik, Budi Dalton, yang turut memeriahkan suasana pesantren. Acara yang dipusatkan di kompleks pesantren ini dipandu langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, M.Ba., M.Ag., Lc., CWC., atau yang lebih akrab disapa oleh santri dan masyarakat dengan panggilan hangat, Ang Icep. Kolaborasi Religi dan Budaya Kombinasi antara Ang Icep yang dikenal sebagai ulama akademisi berwawasan luas dengan Budi Dalton yang membawa corak budaya Sunda, menciptakan dialog yang segar. Keduanya berhasil mengemas pesan-pesan keislaman menjadi lebih ringan, namun tetap berbobot. "Ramadan itu harus dinikmati dengan kegembiraan. Di Darussalam, kita ingin menunjukkan bahwa pesantren adalah tempat yang terbuka untu...

Syiar Budaya di Bulan Suci: Budi Dalton Meriahkan "Nikmatnya Ramadhan" di Ponpes Darussalam Ciamis

Gambar
Ciamis Journal--Suasana Pondok Pesantren Darussalam Ciamis tampak berbeda dari biasanya. Lantunan selawat yang syahdu berpadu dengan diskusi hangat penuh makna dalam gelaran bertajuk "Nikmatnya Ramadhan". Acara yang menjadi magnet bagi santri dan masyarakat sekitar ini menghadirkan sosok budayawan nyentrik, Budi Dalton. Hadirnya Budi Dalton di tengah-tengah santri memberikan warna tersendiri. Dikenal dengan gayanya yang ceplas-ceplos namun sarat filosofi, ia berbagi pandangan mengenai pentingnya menjaga harmoni antara nilai spiritual dan akar budaya nusantara di era modern. Kehangatan Tuan Rumah: Ang Icep Menyapa Acara ini disambut langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, M.Ba., M.Ag., Lc., CWC., atau yang lebih akrab dan hangat disapa Ang Icep. Dalam sambutannya, Ang Icep menekankan bahwa Ramadhan adalah momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkaya wawasan. Menurutnya, pesantren haru...

HAREWOS ABAH TOA : Menjemput Jati Diri di Kaki Gunung Sangkan: Refleksi Amanah Abah Arjaun

Gambar
Dalam riuh rendah modernitas, terkadang kita kehilangan kompas tentang siapa kita sebenarnya. Di bawah naungan Padepokan Kaki Gunung Sangkan, Abah Arjaun menitipkan sebuah pesan sederhana namun mendalam, sebuah pertanyaan eksistensial yang ditujukan khusus bagi Sang Kuwu Sangkan dan seluruh warganya: "Sangkan Paraning Dumadi"—tentang siapa kita dan dari mana kita berasal. 1. Mengenal Asal: Tanah yang Kita Injak, Roh yang Kita Bawa Abah Arjaun sering mengingatkan bahwa manusia bukan sekadar angka dalam statistik kependudukan. Kita adalah perpanjangan tangan leluhur dan titipan dari Sang Pencipta. Dari Mana Kita Berasal? Kita berasal dari tanah yang sama yang memberikan kita penghidupan. Mengenal asal bukan sekadar menghafal silsilah, melainkan memahami nilai-nilai luhur, kejujuran, dan ketulusan yang menjadi fondasi berdirinya wilayah Sangkan. Amanah untuk Sang Kuwu: Sebagai pemimpin, Sang Kuwu bukan sekadar pemegang stempel birokrasi, melainkan...

HAREWOS ABAH TOA : Membaca Diri di Balik Cermin: Refleksi Amanah Abah Arjaun untuk Sang Kuwu Sangkan

Gambar
Kepulangan Sang Kuwu Sangkan dari kediaman guru spiritualnya, Abah Arjaun, bukanlah sekadar kepulangan fisik. Di balik deru mesin kendaraan dan debu jalanan yang tertinggal, ia membawa sebuah "oleh-oleh" yang beratnya melampaui materi: sebuah amanah tersirat yang terus berdengung di telinganya. Malam itu, di dalam kesunyian kamar pribadinya, Sang Kuwu berdiri mematung. Di hadapannya, sebuah cermin lemari pakaian memantulkan sosok pemimpin desa yang biasanya tampak gagah di mata rakyatnya. Namun, di bawah temaram lampu kamar, pantulan itu terasa berbeda. Labirin Identitas: Siapa Kita? "Siapa kita? Kita siapa?" Kalimat itu bukan sekadar pertanyaan retoris. Dalam kacamata spiritual Abah Arjaun, pertanyaan ini adalah sebuah gugatan terhadap ego. Sebagai seorang Kuwu (Kepala Desa), seringkali identitas diri melekat erat pada jabatan, wewenang, dan penghormatan. Namun, di depan cermin, semua atribut itu luruh. Cermin tidak melihat SK pengangkatan a...

HAREWOS ABAH TOA : Kepemimpinan Berbasis Semesta: Muhasabah di Kaki Gunung Sangkan

Gambar
Dalam hiruk-pikuk tata kelola pemerintahan desa yang kian administratif, terkadang kita lupa bahwa seorang pemimpin bukan sekadar manajer bagi manusia, melainkan juga penjaga keseimbangan antara warga dan alamnya. Langkah inilah yang diambil oleh Sang Kuwu Sangkan. Di tengah desakan tuntutan zaman, ia memilih menanggalkan sejenak atribut kekuasaannya untuk melangkah menuju kaki Gunung Sangkan, menemui guru spiritualnya, Abah Arjaun. Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebuah muhasabah—sebuah upaya untuk bercermin diri di hadapan semesta. 1. Silaturahmi: Meluruhkan Ego Jabatan Bagi Sang Kuwu, mendatangi Abah Arjaun adalah cara untuk "mencuci" kembali niat.  Di bawah rimbunnya pohon-pohon tua dan udara pegunungan yang murni, jabatan "Kuwu" terasa begitu kecil di hadapan Sang Pencipta. Silaturahmi ini menegaskan bahwa seorang pemimpin yang baik adalah ia yang tetap mau menjadi murid, yang bersedia mendengar petuah bijak dari...

Tingkatkan Partisipasi Masyarakat, Bawaslu Ciamis Gelar "Ngabuburit Pengawasan" Bersama Pemuda dan Mahasiswa

Gambar
Dalam kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Ciamis, H. Jajang Miftahudin, jajaran Anggota Bawaslu, serta seluruh staf sekretariat. Tak hanya internal, acara ini juga melibatkan unsur pemuda dan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pengawasan partisipatif. Fokus pada Pengawasan Partisipatif Dalam sambutannya, H. Jajang Miftahudin menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan edukasi politik kepada generasi muda dengan cara yang lebih santai. "Kami ingin memastikan bahwa semangat pengawasan tidak kendur di bulan Ramadan. Melalui 'Ngabuburit Pengawasan' ini, kami mengajak pemuda dan mahasiswa untuk menjadi mata dan telinga Bawaslu dalam menjaga integritas demokrasi," ujar H. Jajang Miftahudin. Apresiasi dari Unsur Pemuda Kehadiran kelompok pemuda, termasuk dari unsur Kepramukaan, menambah warna dalam diskusi pengawasan tersebut. Adul, salah satu anggota Pramuka yang hadir, meny...

Libatkan Mahasiswa dan Pemuda, Bawaslu Ciamis Gelar "Ngabuburit Pengawasan

Gambar
Ciamis Journal -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan inovatif bertajuk "Ngabuburit Pengawasan". Acara ini berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Ciamis pada Jumat (27/02/2026). Kegiatan ini sengaja dikemas dalam suasana santai sembari menunggu waktu berbuka puasa guna mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Fokus pada Partisipasi Kaum Muda Hadir langsung dalam acara tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Ciamis, H. Jajang Miftahudin, didampingi oleh jajaran Anggota serta staf Sekretariat Bawaslu Ciamis. Peserta kegiatan didominasi oleh unsur pemuda dan mahasiswa yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis. Dalam sambutannya, H. Jajang Miftahudin menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai pilar pengawasan partisipatif. "Pemuda dan mahasiswa memiliki energi dan idealisme yang dibutuhkan untuk menjaga integritas demokrasi. Melalui Ngabuburit Peng...

Bawaslu Ciamis Gelar "Ngabuburit Pengawasan" di Halaman Kantor Bawaslu Ciamis

Gambar
Ciamis Journal --Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan bertajuk "Ngabuburit Pengawasan" yang bertempat di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Ciamis, Jumat (27/02/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi jajaran pengawas pemilu untuk tetap menjaga ritme kerja dan kewaspadaan di tengah suasana santai menjelang berbuka puasa. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Ciamis, H. Jajang Miftahudin, beserta seluruh jajaran Anggota dan staf sekretariat. Perkuat Pengawasan di Segala Situasi. Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Ciamis, H. Jajang Miftahudin, menekankan bahwa esensi dari "Ngabuburit Pengawasan" bukan sekadar menunggu waktu berbuka, melainkan bentuk konsolidasi internal untuk memastikan kesiapan personel dalam mengawal tahapan demokrasi. "Kegiatan ini merupakan ruang bagi kami untuk mempererat silaturahmi sekaligus melakukan evaluasi ringan terhadap langkah-lang...