Jamasan Pusaka Jambansari : Tradisi Budaya Kearifan Lokal Menjadi Salah Satu Daya Tarik Destinasi Wisata Budaya Di Tatar Galuh Ciamis

Ratusan warga Tatar Galuh Ciamis kembali memadati Jambansari untuk mengikuti prosesi jamasan pusaka. Tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum yang merangkul lintas generasi. Anak-anak hingga orang tua hadir, menyaksikan dan terlibat dalam prosesi pembersihan benda pusaka yang diyakini sebagai simbol kesucian dan pengingat sejarah.

Di tengah arus globalisasi, jamasan menjadi panggung kebersamaan yang menyatukan masyarakat dalam identitas kultural yang sama. “Tradisi jamasan bukan hanya membersihkan pusaka, tetapi juga membersihkan diri dan merawat kebersamaan warga Ciamis,” ujar seorang tokoh adat di sela prosesi.
Identitas yang Mengakar pada Warisan Budaya

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menegaskan posisi jamasan sebagai bagian dari warisan budaya tak benda yang wajib dijaga. Ia menekankan bahwa Ciamis memiliki kekayaan budaya yang bukan hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dikembangkan agar relevan dengan zaman.

“Tradisi ini perlu dilestarikan, dikembangkan, dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya sesuai keteladanan pendahulu kita dalam memperjuangkan nilai-nilai agama, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Herdiat.

Pernyataan ini menegaskan bahwa jamasan bukan sekadar ritual simbolis, melainkan sarana menjaga keseimbangan antara nilai spiritual, sosial, dan pembangunan.
Amanat Undang-Undang dan Pembangunan Daerah

Jamasan Jambansari juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2007 tentang Pemajuan Kebudayaan. Pelestarian tradisi ini bukan sekadar menjaga pusaka fisik, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan daerah. Pemerintah daerah menempatkan kegiatan budaya sebagai instrumen untuk memperkuat identitas, menarik wisata, dan menumbuhkan ekonomi kreatif berbasis lokal.

Dalam praktiknya, jamasan memunculkan nilai edukatif yang bisa dikemas sebagai destinasi budaya. Prosesi yang kaya simbol ini dapat menjadi daya tarik wisata budaya, sekaligus menghidupkan ekonomi warga melalui UMKM lokal.

Jamasan sebagai Investasi Sosial Budaya

Lebih dari sekadar ritual, jamasan adalah investasi sosial budaya. Ia mengajarkan disiplin kolektif, memperkuat rasa memiliki terhadap pusaka leluhur, sekaligus membangun optimisme masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, jamasan Jambansari membuktikan bahwa tradisi bukan beban masa lalu, melainkan energi untuk menatap masa depan.******
(Yana Kurniawan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salsabila Putri Azela: Bintang Muda dari Ciamis yang Bersinar di Video Klip Elsepta Elkasih

Dian Budiyana Terpilih Aklamasi Pimpin HAPMI Ciamis 2026-2030, Siap Jaring Talenta Emas Galuh

Melalui MOKA ALIT Tyara Kusuma Ciamis Cetak Anak Usia Dini Berpotensi Untuk Ikuti Pasanggiri Tingkat Jawa Barat