HAREWOS ABAH TOA : Menjemput Jati Diri di Kaki Gunung Sangkan: Refleksi Amanah Abah Arjaun

Dalam riuh rendah modernitas, terkadang kita kehilangan kompas tentang siapa kita sebenarnya. Di bawah naungan Padepokan Kaki Gunung Sangkan, Abah Arjaun menitipkan sebuah pesan sederhana namun mendalam, sebuah pertanyaan eksistensial yang ditujukan khusus bagi Sang Kuwu Sangkan dan seluruh warganya: "Sangkan Paraning Dumadi"—tentang siapa kita dan dari mana kita berasal.
1. Mengenal Asal: Tanah yang Kita Injak, Roh yang Kita Bawa
Abah Arjaun sering mengingatkan bahwa manusia bukan sekadar angka dalam statistik kependudukan. Kita adalah perpanjangan tangan leluhur dan titipan dari Sang Pencipta.
Dari Mana Kita Berasal? Kita berasal dari tanah yang sama yang memberikan kita penghidupan. Mengenal asal bukan sekadar menghafal silsilah, melainkan memahami nilai-nilai luhur, kejujuran, dan ketulusan yang menjadi fondasi berdirinya wilayah Sangkan.
Amanah untuk Sang Kuwu: Sebagai pemimpin, Sang Kuwu bukan sekadar pemegang stempel birokrasi, melainkan "orang tua" yang memegang mandat langit untuk menjaga harmoni antara warga dan alamnya.
2. Siapa Kita Saat Ini?
Seringkali, identitas kita tertutup oleh jabatan, harta, atau gengsi. Amanah dari kaki gunung mengingatkan bahwa:
Kita adalah Penjaga: Warga Sangkan adalah penjaga ekosistem sosial. Jika satu sakit, maka seluruh desa merasakannya.
Kita adalah Pelayan: Kepemimpinan Sang Kuwu adalah bentuk pengabdian, bukan penguasaan.
"Seorang pemimpin di Sangkan adalah ia yang kakinya membumi di lumpur sawah, namun pikirannya sejernih mata air pegunungan." — Esensi Pesan Abah Arjaun.
3. Sinergi Antara Pemimpin dan Rakyat
Amanah ini bukan hanya beban bagi Sang Kuwu, tapi tanggung jawab kolektif. Identitas "Siapa Kita" akan terjawab dari bagaimana kita memperlakukan tetangga, bagaimana kita menjaga lingkungan, dan bagaimana kita menghormati sejarah yang membentuk kita.
Penutup: Kembali ke Titik Nol
Amanah Abah Arjaun adalah pengingat agar kita tidak menjadi "kacang yang lupa kulitnya". Bagi Sang Kuwu Sangkan, memimpin adalah jalan pulang menuju pengabdian yang hakiki. Bagi warga, hidup di Sangkan adalah tentang menjaga kehormatan tanah kelahiran.
Mari kita merenung sejenak: Jika hari ini kita ditanya siapa kita, mampukah kita menjawabnya dengan tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salsabila Putri Azela: Bintang Muda dari Ciamis yang Bersinar di Video Klip Elsepta Elkasih

Dian Budiyana Terpilih Aklamasi Pimpin HAPMI Ciamis 2026-2030, Siap Jaring Talenta Emas Galuh

Melalui MOKA ALIT Tyara Kusuma Ciamis Cetak Anak Usia Dini Berpotensi Untuk Ikuti Pasanggiri Tingkat Jawa Barat