Lestarikan Tradisi Budaya 'Ngembang' di Maqom Linggasari
peziarah memadati kawasan situs religi Maqom Karomah Wirautama dan Syekh Nurudin di Desa Linggasari, Ciamis. Kedatangan warga ini merupakan bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat setempat yang dikenal dengan sebutan Ngembang.
Tradisi Ngembang bukan sekadar ziarah biasa. Bagi warga Ciamis, ini adalah momentum spiritual untuk mendoakan para leluhur sekaligus menjaga simpul sejarah penyebaran Islam di Tatar Galuh.
Simbol Penghormata dan Perekat Sosial
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Eman Hermansyah, menyampaikan bahwa fenomena Ngembang di Linggasari merupakan kekayaan budaya takbenda yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
"Tradisi Ngembang ini adalah wujud penghormatan kita kepada jasa para pendahulu, khususnya Syekh Nurudin dan Wirautama yang memiliki peran besar dalam sejarah lokal. Ini bukan hanya soal religi, tapi juga penguatan jati diri budaya masyarakat Ciamis," ujar Eman Hermansyah saat ditemui di lokasi.
Eman menambahkan, pemerintah daerah sangat mengapresiasi masyarakat yang tetap konsisten menjaga situs-situs keramat. Menurutnya, keberadaan Maqom Linggasari bukan hanya magnet bagi wisatawan religi, tetapi juga menjadi laboratorium sejarah bagi generasi muda.
Sejarah Singkat Maqom Linggasari
Maqom Karomah Wirautama dan Syekh Nurudin diyakini sebagai tempat peristirahatan tokoh ulama dan jawara yang berperan penting dalam tatanan sosial di masa lalu.
Syekh Nurudin: Dikenal sebagai ulama penyebar agama Islam yang kharismatik.
Wirautama: Sosok pemimpin lokal yang dikenal karena keberanian dan kearifannya dalam menjaga wilayah Linggasari.
Harapan Kedepan
Melalui kegiatan ini, Kabid Kebudayaan berharap nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Ngembang—seperti gotong royong dan kesantunan—dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami dari bidang kebudayaan akan terus berkomitmen melakukan pendampingan dan pelestarian, agar situs ini tetap terjaga keasliannya dan tradisi Ngembang tetap eksis di tengah arus modernisasi," tutup Eman.
(Yana Kurniawan)
Komentar
Posting Komentar