Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia di Desa Utama: Kolaborasi Unik Gapoktan, Pesantren, dan Aktivis Lingkungan
Ciamis Journal -- Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Utama bersinergi dengan komunitas Permata Lingga dan Persatuan Pesantren Ortodok (PPO) menggelar aksi peduli lingkungan di kawasan Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing.
Kegiatan ini menjadi unik karena menggabungkan elemen pertanian, religi, dan pelestarian budaya dalam satu visi penyelamatan ekosistem air.
Sinergi Lintas Sektor
Ketua Gapoktan Desa Utama, Kiring, menegaskan bahwa keberadaan lahan basah sangat vital bagi keberlangsungan produktivitas pertanian di wilayahnya. Menurutnya, menjaga lahan basah bukan sekadar urusan teknis pertanian, melainkan tanggung jawab moral bersama.
"Kami bekerja sama dengan unsur budaya dan lingkungan untuk memastikan sumber daya alam kita tetap terjaga. Jika lahan basahnya rusak, maka ekosistem tani kita juga akan terganggu," ujar Kiring di sela-sela kegiatan.
Peran Komunitas dan Pesantren
Dukungan penuh juga datang dari Hanief Koang, perwakilan dari Permata Lingga. Kehadiran komunitas ini membawa warna tersendiri dengan menekankan pentingnya kearifan lokal dalam menjaga alam.
Di sisi lain, Persatuan Pesantren Ortodok (PPO) turut ambil bagian sebagai representasi kekuatan moral dan edukasi di masyarakat. Keterlibatan pesantren menunjukkan bahwa isu lingkungan hidup kini menjadi perhatian serius di kalangan santri dan tokoh agama, yang memandang pelestarian alam sebagai bagian dari ibadah.
Fokus pada Budaya dan Lingkungan
Kolaborasi ini mengusung misi besar, yaitu:
Edukasi Masyarakat: Meningkatkan kesadaran akan fungsi lahan basah sebagai penyerap karbon dan pengendali banjir.
Pendekatan Budaya: Menggunakan nilai-nilai lokal untuk mengajak warga menjaga kebersihan sungai dan rawa.
Aksi Nyata: Pembersihan area sekitar lahan basah dan penanaman vegetasi pendukung.
Melalui momentum Hari Lahan Basah Sedunia ini, Desa Utama diharapkan menjadi pionir gerakan pelestarian lingkungan yang berbasis pada kolaborasi komunitas akar rumput.
(Yana Kurniawan)
Komentar
Posting Komentar