Peringati Hari Lahan Basah Sedunia, Permata Lingga dan PPO Hijaukan Desa Utama Cijeungjing
Ciamis Journal --Semangat pelestarian lingkungan kembali bergelora di Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing. Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia, organisasi Permata Lingga berkolaborasi dengan Persatean Pesantren Ortodoks (PPO) menggelar aksi nyata penyelamatan ekosistem di kawasan setempat, Senin (16/02/2026).
Kegiatan ini dimotori langsung oleh tokoh muda Hanief Koang dari Permata Lingga, yang dalam pelaksanaannya didampingi erat oleh Ketua PPO. Sinergi antara organisasi kepemudaan dan lembaga keagamaan ini menjadi simbol bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab lintas sektor.
Kolaborasi untuk Ekosistem
Hanief Koang menegaskan bahwa pemilihan Desa Utama sebagai pusat kegiatan bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki potensi lahan basah yang krusial bagi keseimbangan air dan pendukung ekonomi warga lokal.
"Lahan basah bukan sekadar tanah berair, tapi ginjal bagi bumi kita. Melalui kolaborasi dengan PPO, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari pengabdian," ujar Hanief di sela-sela kegiatan.
Poin Penting Aksi Lingkungan:
Rehabilitasi Kawasan: Penanaman pohon penyerap air di titik-titik kritis lahan basah.
Edukasi Ekologi: Sosialisasi kepada santri dan warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan saluran air dan rawa.
Sinergi Komunitas: Memperkuat hubungan antara aktivis lingkungan (Permata Lingga) dan tokoh agama (PPO) dalam isu-isu sosial.
Dukungan Penuh dari Pesantren
Ketua PPO menambahkan bahwa keterlibatan pesantren dalam isu lingkungan adalah langkah konkret untuk menunjukkan bahwa santri juga harus peduli terhadap keberlangsungan alam (ekoteologi). Kehadirannya mendampingi Hanief Koang menunjukkan soliditas kedua lembaga dalam mengawal isu-isu lingkungan di Ciamis.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan penanaman simbolis bibit pohon oleh para tokoh yang hadir, disaksikan oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Diharapkan, aksi ini menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Cijeungjing untuk lebih peduli terhadap sisa-sisa lahan basah yang ada
(Yana Kurniawan)
Komentar
Posting Komentar