Sambut Kirab Mahkota Binokasih, Kadisbudpora Ciamis: Momentum Perkuat Jalinan Sejarah Galuh dan Sumedang Larang
Suasana khidmat menyelimuti pusat sejarah Kerajaan Galuh saat iring-iringan Kirab Mahkota Binokasih Sanghyang Pake tiba di wilayah Kawali, Kabupaten Ciamis. Prosesi yang membawa replika mahkota legendaris dari Kerajaan Sumedang Larang ini disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora).
Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, hadir langsung memimpin penyambutan yang berpusat di Alun-Alun Kawali dan Bale Desa Kawali, sebelum rombongan bergerak menuju situs bersejarah Astana Gede.
Simbol Persaudaraan Sunda
Dalam sambutannya, Dian Budiana menekankan bahwa Kirab Mahkota Binokasih bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol pengikat sejarah antara Sumedang Larang dan Galuh (Ciamis).
"Kehadiran Mahkota Binokasih di tanah Kawali ini merupakan momentum pengingat sejarah. Mahkota ini memiliki keterkaitan erat dengan leluhur kita. Ini adalah simbol pajajaran anyar sekaligus perekat silaturahmi antara keturunan Galuh dan Sumedang," ujar Dian Budiana di sela-sela prosesi.
Rangkaian Acara di Kawali
Prosesi kirab berlangsung dalam beberapa tahapan penting:
Penyambutan di Alun-Alun: Masyarakat tampak antusias memadati area untuk menyaksikan simbol kekuasaan raja-raja Sunda tersebut.
Transit di Bale Desa: Digunakan sebagai titik koordinasi dan penghormatan formal sebelum menuju situs utama.
Ziarah ke Astana Gede: Puncak acara di Kawali dilakukan di Situs Astana Gede, tempat yang dianggap sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Galuh di masa lampau.
Komitmen Pelestarian Budaya
Dian Budiana juga menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang (YNWPS) dan seluruh pegiat budaya yang menjaga tradisi ini tetap hidup. Ia berharap generasi muda Ciamis dapat mengambil pelajaran dari nilai-nilai filosofis Mahkota Binokasih.
"Kami di Disbudpora berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kebudayaan seperti ini. Budaya bukan hanya warisan benda, tapi nilai tata krama dan jati diri yang harus kita jaga demi masa depan Ciamis yang lebih bermartabat," pungkasnya.
Tentang Mahkota Binokasih:
Mahkota Binokasih merupakan mahkota emas peninggalan Kerajaan Pajajaran yang diserahkan kepada Prabu Geusan Ulun dari Sumedang Larang saat runtuhnya Pajajaran. Kirab ini rutin dilaksanakan sebagai napak tilas sejarah panjang tanah Pasundan.
Yana Kurniawan
Komentar
Posting Komentar