HAREWOS ABAH TOA ; Abah Yana : Refleksi Hardiknas 2026: 'Partisipasi Semesta' untuk Pendidikan Ciamis yang Beradab

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Kabupaten Ciamis untuk menengok kembali akar pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai lokal.
 Mengusung tema reflektif mengenai "Partisipasi Semesta", pendidikan di Tatar Galuh diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga luhur secara budi pekerti.
Putra pribumi Nagari Tatar Galuh Ciamis yang juga dikenal sebagai penggiat budaya, Suryana Hidayat atau yang akrab disapa Abah Yana menekankan bahwa pendidikan dan kebudayaan adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.

Pendidikan Karakter dan Harmoni Budaya
Menurut Abah Yana, meskipun secara nomenklatur birokrasi pendidikan dan kebudayaan seringkali dipisahkan, dalam praktiknya keduanya merupakan satu kesatuan utuh. Ia menyoroti pentingnya pendidikan karakter bagi para pelajar sebagai fondasi utama pembangunan manusia.
"Pendidikan dengan budaya itu tidak bisa dipisahkan, walaupun secara nomenklatur terpisah. Hubungan budaya itu sendiri terletak di antara Budi dan Daya. Inilah yang menjadi esensi dari pendidikan karakter bagi para pelajar kita," ujar Abah Yana saat memberikan komentar refleksinya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang mampu menyelaraskan akal (daya) dengan nilai moral (budi), sehingga tercipta manusia yang seimbang.
Pesan Leluhur: Silih Ajenan
Lebih lanjut, Abah Yana mengingatkan kembali filosofi Sunda yang diwariskan oleh para orang tua terdahulu. Nilai-nilai Handap Asor (rendah hati) dan Silih Ajenan (saling menghargai) harus menjadi napas dalam setiap proses belajar mengajar di sekolah maupun di lingkungan keluarga.

"Orang tua kita dulu sering menasihati, kedah handap asor sareng silih ajenan ka sasama. Intinya kita harus sopan, santun, dan saling menghargai. Mun urang hoyong diajenan, kedah ngajenan ka diri urang heula (Jika kita ingin dihargai, kita harus menghargai diri sendiri terlebih dahulu)," tegasnya.
Pesan moral ini, menurutnya, sangat krusial untuk diterapkan kepada anak cucu sebagai generasi penerus bangsa. Di tengah gempuran modernitas, nilai menghargai satu sama lain menjadi benteng agar karakter pelajar tetap membumi.
Menyatu dengan Semesta
Menutup refleksinya, Abah Yana mengajak seluruh elemen pendidikan di Ciamis untuk kembali melirik metode pembelajaran berbasis alam.
"Partisipasi Semesta" bukan sekadar jargon, melainkan ajakan untuk bersinergi dengan lingkungan sekitar.
"Pembelajaran dengan metode alam itu harus, karena kita sebagai manusia harus bersatu dengan semesta. Dengan memahami alam, kita belajar tentang kerendahan hati dan tanggung jawab," pungkasnya.
Melalui refleksi Hardiknas 2026 ini, diharapkan dunia pendidikan di Ciamis terus bergerak maju tanpa meninggalkan jati diri sebagai masyarakat Tatar Galuh yang beradab dan berbudaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salsabila Putri Azela: Bintang Muda dari Ciamis yang Bersinar di Video Klip Elsepta Elkasih

Dian Budiyana Terpilih Aklamasi Pimpin HAPMI Ciamis 2026-2030, Siap Jaring Talenta Emas Galuh

Melalui MOKA ALIT Tyara Kusuma Ciamis Cetak Anak Usia Dini Berpotensi Untuk Ikuti Pasanggiri Tingkat Jawa Barat