HAREWOS ABAH TOA :SANG PUTRA PRIBUMI : MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA: MENGAPA PMP DAN P4 HARUS KEMBALI KE RUANG KELAS?
Di tengah derasnya arus globalisasi, saya sebagai putra pribumi Tatar Galuh Ciamis merasa perlu menyuarakan keresahan. Saat menatap wajah generasi penerus hari ini, muncul kekhawatiran mendasar: nilai-nilai luhur yang dulu menjadi fondasi karakter bangsa perlahan luntur.
Norma kesopanan kepada yang lebih tua, tata krama, hingga rasa kepedulian sosial identitas kuat masyarakat Tatar Galuh kini memudar.
Pendidikan terlalu berorientasi pada capaian akademis, sementara pendidikan karakter kera. Padahal, kecerdasan tanpa moralitas adalah ancaman nyata bagi masa depan bangsa.
Sudah saatnya kita melakukan koreksi nyata: mengembalikan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan pembelajaran butir-butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) ke dalam kurikulum pendidikan formal.
Mengapa ini krusial?
1. Sekolah adalah miniatur masyarakat
Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendidikan di rumah. Kompleksitas tantangan zaman menuntut filter moral yang kuat, seragam, dan diajarkan secara terstruktur.
2. P4 adalah kompas etika berbangsa
Butir-butir P4 bukan sekadar hafalan sejarah. Di dalamnya terpatri nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial. Jika dihayati dan diamalkan sejak dini, anak cucu kita akan memiliki kompas moral yang kokoh untuk menyaring gempuran budaya luar.
PMP bukanlah nostalgia masa lalu. Ia adalah penyelamat. PMP menjadi benteng agar anak-anak kita tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi. Kita butuh generasi yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga lembut hati dalam berinteraksi dan tinggi rasa hormatnya kepada sesama, khususnya kepada yang lebih tua.
Sebagai masyarakat Tatar Galuh yang menjunjung tinggi adat dan kesantunan, kita memiliki tanggung jawab moral mewariskan nilai-nilai tersebut. Pendidikan di sekolah harus hadir sebagai penjaga marwah. Mari dorong para pemangku kebijakan agar PMP dan P4 kembali menjadi ruh sistem pendidikan kita.
Jika bukan kita yang memulainya hari ini, siapa lagi yang akan menjaga moral bangsa ini di masa depan? Demi anak cucu kita, demi Tatar Galuh, demi Indonesia yang beradab.
Suryana Hidayat
Putra Pribumi Nagari Tatar Galuh Ciamis
Komentar
Posting Komentar