Penampilan Memukau Alya Qonita, Duta Seni Indonesia 2026, Warnai Pasanggiri Ujang Nyai ke-9 di Ciamis

Kemeriahan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 semakin terasa dengan digelarnya Pasanggiri Ujang Nyai ke-9 tahun 2026. Salah satu sosok yang paling mencuri perhatian dalam ajang tersebut adalah Alya Qonita, sosok inspiratif yang kini menyandang predikat Duta Seni Indonesia 2026.
Alya, siswi kelas 5 MI Al-Mu'minin Ciamis yang baru berusia 12 tahun, tampil memukau di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis pada Minggu (07/06/2026). Kehadirannya menjadi magnet tersendiri dalam pelestarian budaya lokal di Tatar Galuh Ciamis.
Sinergi Pelestarian Budaya
Kegiatan ini merupakan inisiatif Sanggar Kresida yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis. Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan, Disbudpora, Diskominfo, BP2D, TP PKK Kabupaten Ciamis, serta Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Pimpinan Sanggar Kresida, Kang Gerak Mentasi, mengungkapkan rasa bangganya terhadap dedikasi para peserta, khususnya Alya.

"Pasanggiri ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang aktualisasi diri anak-anak muda kita dalam mencintai budaya lokal. Kami berkomitmen untuk terus menghidupkan pariwisata dan seni budaya Tatar Galuh agar tetap relevan di masa depan," ujar Kang Gerak.

Dedikasi dan Talenta Muda
Keberhasilan Alya di panggung pasanggiri tidak lepas dari kerja keras dan bimbingan intensif. Rama Adhitya, selaku Coach Model Sanggar Kresida, memberikan apresiasi tinggi terhadap bakat yang dimiliki Alya.
"Alya memiliki karakter yang kuat dan kemauan belajar yang tinggi. Sebagai Duta Seni Indonesia 2026, ia mampu membawakan pesan moral dan budaya dengan sangat natural. Ini adalah modal besar bagi masa depan seni budaya kita," tutur Rama.
Di balik kesuksesan tersebut, sosok orang tua menjadi pilar terpenting. Bpk. Satiman, ayahanda Alya yang berdomisili di Lingkungan Bolenglang, Ciamis, tak henti-hentinya memberikan dukungan moril kepada sang buah hati.
"Kami sangat mendukung Alya karena ia memiliki kecintaan yang besar terhadap seni dan budaya daerah. Harapan kami, melalui ajang ini, Alya bisa semakin percaya diri dan terus menginspirasi teman-teman sebayanya untuk melestarikan warisan leluhur Tatar Galuh," ungkap Bpk. Satiman.
Membangun Tatar Galuh melalui Seni
Alya Qonita diharapkan menjadi ikon bagi generasi muda di Ciamis untuk lebih mengenal potensi pariwisata dan kekayaan budaya lokal. Dengan prestasi yang diraih di usia dini, Alya membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkontribusi besar bagi daerah.
Pasanggiri Ujang Nyai ke-9 ini pun menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara sanggar seni dan pemerintah daerah mampu menciptakan wadah yang suportif bagi tumbuh kembang talenta muda yang berbudaya.

Yana Kurniawan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memukau, Ujang Nyai dan Moka Alit Remaja Sanggar Kresida Warnai Galuh Ethic Carnival Hari Jadi Ciamis ke-384

Salsabila Putri Azela: Bintang Muda dari Ciamis yang Bersinar di Video Klip Elsepta Elkasih

Dian Budiyana Terpilih Aklamasi Pimpin HAPMI Ciamis 2026-2030, Siap Jaring Talenta Emas Galuh